Hongkong-Madinah-Mekkah

18.15

Alhamdulillah, untuk pertama kalinya, saya diberikan kesempatan untuk melakukan perjalanan umroh bersama keluarga... dengan mengorbankan 10 hari izin kuliah.

*kipas-kipas surat dispen kuliah*
Dari Malang, rombongan yang terdiri dari saya, Ary, Ibu, Umik (panggilan nenek saya di Malang), Mas Adit, dan Mas Ari menginap dulu di Surabaya selama sehari.

Mas Adit sedang terbawa suasana.

Setelah istirahat selama satu malam untuk mengumpulkan tenaga, akhirnya kami menuju ke bandara Juanda. Terbang, deh. Tujuan pertama: Hongkong.


,,,,,,

Sesampainya  di Hongkong, kami harus menunggu delapan jam untuk penerbangan berikutnya ke Jeddah. Travel agent sudah menyiapkan program city tour. Baguslah, daripada kami bengong melihat manusia mondar-mandir kayak kotak amal di bandara.
    
Tour dimulai dengan mengunjungi restoran Indonesia di pusat kota.
    
Jreng jreng jreng.
    
Jauh-jauh ke Hongkong, makan di restoran Indonesia.

Setelah kenyang, kami meluncur ke patung Bruce Lee di kawasan Avenue of Stars, sholat di masjid Nathan Road, mampir ke pabrik emas, dan berakhir di Victoria Peek. Agangkong. Anak gaul Hongkong.

Semoga Bruce Lee nggak hidup lagi.

Beginilah kalo di Indonesia nggak ada sign warning kabut.

Setelah waktu di Hongkong sudah habis, kami kembali ke bandara untuk transit ke Dubai dan langsung menuju Jeddah. Perjalanan yang memakan waktu lebih dari enam jam hampir membuat pantat saya menghilang.



,,,,,,


Sebelum lubang pantat saya menutup permanen karena kebanyakan duduk di pesawat, kami mendarat juga di Jeddah. Ah, jet lag. Menahan capeknya badan ini, kami langsung naik bus ke Madinah, menuju hotel yang sangat dekat dengan masjid Nabawi. Suasana waktu itu lumayan ramekarena emang lagi musim umroh.

Selama Madinah, kerjaan saya:



Mejeng di masjid Nabawi.



Mejeng di masjid Quba.



Dan mainin burung Arab yang gede-gede.


,,,,,,



Setelah kegiatan-kegiatan di Madinah selama tiga hari, kami lanjut berangkat ke Mekkah. Kira-kira hari sudah tengah malam ketika kami baru sampai dan menginjakkan kaki di kota suci umat Islam ini. Kami disambut dengan para pedagang pinggir jalan yang sedang lari dikejar para satpol-pp versi Arab. Jalanan dekat hotel mendadak berisik gara-gara bunyi sirine. Penyambutan yang meriah.

Selama di Mekkah, alhamdulillah hampir semua tempat penting bisa saya kunjungi. Tempat melontar Jumroh, padang Arafah, jabal Rahmah, dan yang paling penting, nggak ketinggalan... kiblat sholat kita, Ka'bah, di Masjidil Haram. Untungnya... saya tidak terbakar saat melihat Ka'bah secara langsung.




Nggak berani gaya macem-macem.



Dunia itu sempit, ketemu Pak Jun, guru agama saya di SMA 1 Malang.



Jabal Rahmah (tempat bertemunya Adam-Hawa di Bumi).



Jabal Tsur. Dari kiri: Umik, John Mayer, Ibu, Ary, Mas Ari. Yang foto Mas Adit.



,,,,,,


Semua perjalanan yang saya alami selama beberapa hari untuk umroh ini benar-benar tidak terlupakan. Saya masih ingat rasanya kali pertama menyentuh Ka'bah secara langsung. Merinding abis. Saya juga masih susah move on dari kebiasaan minum air zam-zam gratis yang tersebar di hampir setiap sudut Masjidil Haram.

Semoga suatu saat saya bisa mampir ke sini lagi. Kalau bisa, ibadah haji. Amin.

*ikat sorban di kepala*


,,,,,,

Terima Kasih Sudah Membaca!

13 Komentar

  1. wawwww,,ndraa edit an mu apik,,,wakakkakak..:)..

    BalasHapus
  2. tingkahmu bak layaknya seorang anak desa memasuki kawasan kota ndra..
    hahahaa..

    BalasHapus
  3. andag: memang ndang, sifat aslinya langsung keluar

    BalasHapus
  4. halo gan ane hanya sekedar blog walking,lucu2 postnya

    BalasHapus
  5. sayang mas Indra gagal... Mas Indra itu = Bruno Mars ala Indonesia, good luck aja dh mas..

    BalasHapus
  6. waw! Fotonya keren2..
    Apalagi pas yang solat tuh >.<

    BalasHapus
  7. jah cuman editan.. lmao payah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. editan? hahahahahahahahahahhahahhaha

      Hapus
  8. Subhanallah abang gantenggggg plus keren #Termehek-mehek

    BalasHapus

Popular Posts

CONTACT ME!

Nama

Email *

Pesan *